hari ini jumat 4 Mei 2007 saya sholat di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo) karena kampus lagi libur so jadwal jumatan juga diliburkan. Saya berangkat dari kampus pukul 11.30. perjalanan yang ditempuh sekitar 20 menit naik kereta kemudian jalan kaki sekitar 30 menitan juga.
sesampai di SRIT kulihat bebrepa penjual makanan menyajikan barang dagangannya. mulai dari empek-empek sampai minuman kotak “Teh Botol”. makanan makanan ini sangat laku keras karena disini jadi barang langaka. kusapa beberapa temen yang kutemui di pintu masuk SRIT.
kulihat di dalam sebuah ruangan sudah tertata rapi makanan yang sangat enak. mulai dari rendang sampai ayam goreng yang jelas cita rasa indonesia. tak terbesit sedikitpun untuk mencobanya karena biasanya itu barang dagangan. tapi tidah hari ini. beberapa saat ketika masih dalam acara ngrobrol ama temen yang baru kutemui, seorang lelaki mempersilahkan kami masuk untuk mengikuti suatu acara. kami tambah bingung. kamipun berjalan masuk dan duduk di sebuah menaj yang kosong.
acarapun segera dimulai. seoarang pembawa acara memebritahukan kepada kami kalo hari ini ada acara pernikan seorang lelaki Jepang dan seorang wanita Indonesia. “Subhanallo” ini kata yang terbesik dalam hari saya seraya terus mendengarkan kata kata yang disampaikan oleh sang pembawa acara. dijelaskan pula riwayat singkat oarang Jepang tersebut.
saya tambah terharu ketika melihat seorang Jepang yang notabene negara yang tidak mengenal agama tapi ada penduduknya yang akhirnya memeluk islam. saya sangat senang bisa diberi kenikmatan menyaksikan acara ini. “Hidayah”, itulah kata yang cocok buat kejadian ini.
acarapu diakhiri dengan doa dan dilanjutakan dengan pemberian selamat dari para peserta yang hadir. saya dengan semangat menyalami sang pengantin pria dan mengucapkan “Barokallah”. dalam hari saya terus berdoa semoga pasangan ini diberkan selalu nikmat dan hidayahknya dari Allah. semoga Allah akan selalu membimbing mereka sehingga bisa mendapatkan Surganya nanti.
Hari in jelas kulihat salah satu hidayahmu yang jatuh ke saudara kami.
“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya memberkati mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rakhmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat.”
(Doa Nabi Muhammad SAW, pada pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abi Thalib)