Minggu 20 Mei 2007 asrama kami kedatangan seorang profesor. kami berkumpul dengan beberapa teman yang kebetulan bisa datang ke acara tersebut. seperti biasa acara kami mulai dengan makan makan sambil diselingin obrolan santai dari kita. bak pengamat kami mulai mambahas satu demi satu dari A sampai Z. mulai dari jaman kejayaan islam, masa gelap indonesia sampai pengalaman pribadi sang profesor.
kami mulai mengupas satu demi satu orang orang sukses di negeri indonesia dan seluruh dunia. kita coba mengamati beberapa alumni yang sukses dan mencoba mencari tahu sebabnya. sukses di sini sementara kami identikan dengan uang.
di tengah pembicaraan mengenai sukses yang saat itu diskusi memang sedang mengarah kesuksesan dalam wujud kekayaan dan kejayaan, salah seorang dari kami bertanya, “apa sukses harus dengan kaya?”….
dari situlah sang profesor menanyakan balik kepada kami semua apa sih misi hidup ini? berbagai macam pendapat keluar untuk menjawab pertanyaan tersebut. sebagai manusia yang beragama kita harus mengapai sukses bukan cuma di dunia saja, tetapi sukses juga di akherat. akhirnya terjawablah apa misi kita di dunia ini. misi kita adalah agar selalu bisa memberikan manfaat kepada orang lain atau siapa saja atau biasa dikenal dengan rohmatan lil alamin. semakin besar kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain maka kita akan semakin sukses.
sebuah istilah yang mungkin sangat idealis. tapi inilah dasar dari sebuah kesuksesan baik individu maupun negara. suatu negara atau kelompok individu akan maju jika setiap individu selalu berusaha memberikan manfaat kepada yang lain. kalo setiap individu bisa melaksanakan ini dalam kelompoknya maka hilanglah kata kata korupsi, kolusi dll yang akan memberikan kerugian bagi yang lain.
setiap orang akan selalu menanyakan apa yang sudah dirinya perbuat pada orang lain. sudahkan dirinya memberikan manfaat pada yang lain?
jika seseorang sudah melakasanakan ini dalam kehidupannya makan secara otomatis baik cepat atau lambat masyarakat akan memberikan respon dengan menjadikan individu ini lebih dari lainnya. orang akan lebih mempercayai individu ini dll. yang pada akhirnya kekayaan dan kejayaan bisa diraih juga. jika kekayaan dan kekayaan diraih sebagai akibat dari manfaat yang kita berikan kepada orang lain insya Allah kekayaan itu adalah berkah bagi kita. harta yang kita dapatkan adalah berkah dan bukan fitnah. kekuasaan dan kepercayaan yang kita peroleh juga sebuah kekuasaan yang kuat karena dilandasi atas kepercayaan.
sebagai penutup dalam tulisan ini saya ingin menanyakan pada diri saya sendiri dan pada pembaca sekalian, “sudahkan kita memberikan manfaat kepada yang lain hari ini? “…..
mari kita mulai menjadi orang yang selalu bermanfaat bagi orang lain. orang yang membuat orang lain merasa tenang disamping kita. semoga suatu saat nanti kita semua bisa melaksanakan prinsip ini sehingga sebuah masyarakat atau negara yang maju, makmur dsb akan secara otomatis terbentuk.