Pernikahan pasti sangat didambakan oleh setiap manusia yang normal. tapi sebagian dari kita mungkin menunda untk menikah dengan alasan belum siap secara ekonomi. belum lagi nanti kalo anak anak lahir, pasti tamba besar deh biaya yang kudu disiapkan. akhirnya sebagian besar dari kita berlomba lomba untuk mengumpulkan uang untuk acara pernikahan dan kehidupan setelah menikah. kita tidak mau ada kekurangan setelah menikah nanti. akhirnya tanpa disadari umurpun sudah mulai bertambah. kita hanyak disibukan untuk persiapan sampai kadang melupakan pernikan itu sendiri.
padalah dalam islam sudah jelas kalo sudah memenuhi semua syarat kita diwajibkan menikah. Rasululullah menikah pada usia sekitar 25 tahun. memenuhi syarat bukan berarti kita harus siap sampai harus menumpuk harta untuk kehidupan keluarga kita nanti. Allah pasti akan memberi jalan bagi rezeki kita.
saya menikah saat usia 24 tahun dan istri 23 tahun. saat kami menikah saya baru saja keluar dari perusahaan dan sedang mulai memulai hidup baru di Jogjakarta. dengan bekal bekerja selama kurang lebih 10 bulan saya beranikan diri untuk menikahi istri saya.
setelah menikah kami putuskan untuk tinggal di sebuah rumah yang kami sewa seharga 2 juta/tahun. karena kerja saya yang baru masih belum menetap saya menyambi dengan menjadi tutor anak anak SMA. istri saat itu masih koas. kami bersyukur keluarga istri saya masih membantu untuk biaya sekolah istri. kami juga mencoba sambil berdagang makanan kecil di kampus. setiap pagi sebelum anak kami lahir kami pergi ke pasar untuk membeli makanan kecil yang akan kami jual lagi di kampus. saya masih ingat saat saat itu. bener bener sebuah kenangan yang sulit untuk dilupakan. meski keuntungan sebesar 100/makanan kami terus coba jalani yang penting halal. kalo ada makanan sisa yang tidak habis dijual, kami makan sama sama di rumah. bener bener saat saat yang mengenang.
kami hidup dengan makan uang tabungan. ketika istri saya hamil, pengeluaran semakin besar karena untuk biaya kontrol tipa bulan. di saat itulah pertolongan Allah datang lewat tangan hambanya. beliau yang merupakan mantan dekan fakultas teknik UGM dan sekarang menjadi rektor UGM menawarkan kami untuk tinggal di rumah beliau. rumah anaknya kini kosong karena anaknya sedang mendapat kesempatan S2 di luar negeri. setelah berdiskusi kamipun menerima tawaran itu. kami mulai tinggal di sebuah rumah yang lebih besar dari rumah kontrakan kami sebelumnya.
sayapun akhirnya sudah mulai diprcaya mengajar di kelas. saya mulai mengajar dengan membantu dosen senior. sampai akhirnya saya dipercaya untuk menggantikannya untuk mengajar sebuah mata kuliah. rasa syukur terus kami panjatkan. yang namanya rezeki selalu datang tanpa kami sangka. ketika kami membutuhkan biaya untuk periksa kandungan istri saya, di saat itu pula saya dapat rezeki entah dari proyek atau kegiatan lainya.
menjelang anak pertama kami lahir, kami belum bisa memanambah uang tabungan. tapi kami masih punya tabungan untuknya. akhirnya pagi itu setelah sholat shubuh, saya membawa istri saya ke rumah bersalin dan alhamdulillah anak pertama kami lahir pagi itu pukul 07.00 WIB. sebuah proses kelahiran yang sangat cepat buat anak pertama. kami segera mengabarkan berita itu kepada ayah dan ibu kami.
setelah ibu datang, saya ke kampus karena hari itu saya ada jadwal mengajar. setelah selesai mengajar saya dipanggil salah seorang pegawai tata usaha. di sana saya diminta tanda tangan untuk menerima gaji mengajar saya di semester pendek. Subhanalloh………..Alhamdulillah……..
hanyak kata itu yang pantas saya ucapkan. bagaimana tidak, di saat saya perlu biaya Allah memberikannya lewat jalan yang tak disangka sangka.
saya bergegas menemui istri saya dan menceritakan semuanya. kamipun menggunakan uang itu untuk membeli kebutuhan bayi karena kami belum banyak menyiapkannya.
sebagai penutup kami ingin mengingatkan kembali jika setiap anak yang lahir pasti sudah disiapkan rezekinya oleh Allah. Allah pasti akan memberikan kasih dan sayangnya kepada kita semua. tidaklah mungkin Allah membiarkan kita dalam kesusahan.
berusaha, berdoa, dan tawakal.
assalamualaikum…
subhanalloh sebuah cerita yg menggetarkan hati.
semakin meyakinkan sya,bahwa jika Alloh menyayangi hambanya maka segala urusannya akan dpermudah.Alhamdulillh.
alhamdulilah…
cerita kita hampir sama …
saya juga dulunya takut menikah…
saya pacaran sejak 99 akhirnya saya menikah satu bulan yang lalu…
banyak faktor yang saya pikirkan, seprti rumah, makan , kerjaan yang masih belum mapan,, gaji yang masih belum maksimal, usaha yang belum besar… alasan ini yang membuat saya depresi di tahun 2006..
saya kembali ke Allah, dan saya pasrah
akhiirnya akhir 2006 saya putuskan untuk menikah di umur saya yang ke 26..
ya setelah menikah banyak sekali usaha saya yang makin hari makin berkembang..
ya Allah terimakasih atas rahmat dan petunjuk mu…
sekarang menjadi rektor UGM menawarkan kami untuk tinggal di rumah beliau. rumah anaknya kini kosong karena anaknya sedang mendapat kesempatan S2 di luar negeri.
==================>>
anak pak rektor ini ” arya bima effendi ” bukan ?
wah dia tmn kul saya dl di STT telkom bandung, yg kemudian melanjutkan study ke jerman ( eh ga tau skrg dah balik lg ato blm)…
subhanalloh kisah abu dan ummu syafiq….
Allah memang tdk pernah menyia2kan hamba2NYA.
ceritanya membnagkitkan keyakinan saya untuk siap melangkha ke jenjang pernikahan, saya memang selalu bimbangdengan kemampuan kami menyangkut soal materi, tapi mulai sekarang saya yakinkan diri untuk percaya akan segala rahasia dan kemudahan yang diberikan Allah… thank’s bro..
subhanallah, ceritanya benar2 memberikan motivasi.
nice blog Pak,
boleh saya link ya,,
salam kenal,
keluargamurdani.com
ALHAMDULILLAH…. Allah memang selalu memberikan yg terbaik untuk kita… dua hari lalu kami kehabisan uang… aku sampai bingung besok mau makan apa dan gimana buat transport ke kantor. Alhamdulillah Allah Maha Pengasih.. kemarin ada cukup rizki untuk aku, suamiku dan calon baby kami. Terimakasih Ya Allah…….
jadi ingin nikah…
subhanalloh,
maha suci Alloh.
doaakan saya yang masih bimbang, agar terus berusaha dan berikhtiar karena Alloh.
saat ini kami baru 3 bulan menikah, dan sedang ada rasa bimbang menyelimuti dan menghantui ku, walopun tau itu tak boleh, Ya Alloh kuatkan iman hambamu yg lemah ini.
Ya Robb Hanya KepadaMu kami bergantung.
wahai sahabat terimakasih ceritanya dan beri saya motivasi ya
syukron, semoga Alloh meridhoi langkah kita.
Dengan keteguhan iman, kita akan mampu bertawakal kepada Allah. Tiap anak yang dilahirkan, sudah Allah tetapkan rezekinya. Ortunya tinggal berihtiyar untuk menjemput rezekiNya
Cerita yang sangat menginspirasikan saya, mas. Semoga keinginan menyempurnkaan setengah agama tersebut juga bisa saya jalani dengan lapang. Nice blog
waduh”.cerita yang menggetarkan hati, jadi ingin cepet nikah. Cuma bingung saya dan calon suami masih sama” kul. jadi qo untuk melangkah kesana agak takut.Walo saya tidak pernah meragukan kekuasaan Allah..
Masya Allah..
wah bener banget rezeki itu datang, saya 3 bulan lagi akan menikah…sbelum ini saya sempet pesimis, saya ingin menikah tapi cowok ku pekerjaannya bergaji kecil sekali belum ditambah kuliah s2 nya…wah dana dari mana, tp berbekal doa dan takwa dan bersedekah rutin tiap gajian..alhamdulillah cowok ku kerja di Qatar dan sudah menjadi pegawai tetap dalam jangka waktu 3 bulan dengan berbagai kesejahteraan yang ditawarkan sehingga kami berdua bisa melanjutkan ke pelaminan dan pindah ke Qatar dengan kehidupan yang insyaallah lebih dr cukup 3 bulan lagi
hemm…, Memang benar.