sudah lebih 6 bulan saya tinggal bersama istri dan anak anak di Tokyo. banyak sekali kejadian yang kami rasa adalah sebuah mimpi. Tinggal di Tokyo dengan keluarga memerlukan dukungan finansial yang lumayan tinggi. Alhamdulillah saya mendapat beasiswa. meski dekian saya dan istri tetap berusaha hemat agar bisa menabung untuk periapan saat pulang ke Jogja.
Hampir semua orang tahu jika di jepang kita bisa mendapatkan barang barang keperluan rumah tangga dari temen temen atau siapa saja yang akan pulang kembali ke negaranya. hampir semua peralatan rumah tangga yanga ada di rumah kami adalah hasil lungsuran dari senior yang sudah pulang duluan. mungkin beberapa saja yang kami beli baru. biasanya kami membeli jika sudah berusaha mencari dari teman tapi tetap tidak mendapatkannya.
beberapa bulan yang lalu kami ingin membelikan baju buat anak anak karena baju yang lama sudah mulai kekecilan. kami pun pergi ke toko dan segera mencari yang sesuai. ternyata harganya lumayan mahal juga buat kami. kamipun memutuskan untuk membeli satu pasang buat si kakak dan satu pasang buat si adik. Alhamdulillah kami dianugerahi anak anak yang penurut. kami yang kadang tidak tega sendiri melihat anak anak kami memakai baju yang sudah mulai kurang enak dipandang. dalam hati kami hanya berdoa semoga kami diberi rezeki sehingga bisa belikan baju lagi. Subhanalloh…..beberapa hari kemudian tetangga datang menemui istri dan menawarkan pakaian pakaian anaknya yang kekecilan. Subhanalloh, pakaiannya masih bagus bagus. kami ga tahu berapa harganya jika diuangkan. kami yakin lumayan mahal. perasaan bersyukur spontan keluar dari kami. Alhamdulilah…Alhamdulilah. akhirnya Allah memberi baju baju buat anak anak kami lewat jalan yang tidak kami sangka.
beberapa minggu kemudian kami jalan jalan bersama ke pusat bermain anak. di sana anak kami suka bermain dengan LEGO. setelah dilihat harganya ehheheh mahal juga yah. so anak anak hanya bisa bermain di sana. dalam hati kami ingin membelikan LEGO buat anak anak. tapi karena kurang begitu perlu dan juga mahal harganya kami batal membelinya.
selang beberapa hari sepulang dari kampus, saya berjalan dari stasiun menuju apartemen kami. saat itu cahaya bulan lumayan terang. di sebuah tempat sampah terlihat setumpuk plastik yang berisi sesuatu. jangan dibayangkan jika tempat sampah di sini kumuh lho. tempat sampah sangat bersih bagaikan bukan tempat sampah. melihat tumpukan itu, saya coba melihatnya dan begitu terkejutnya ketika yang ada di dalamnya adalah LEGO yang masih bersih. segera saya ambil dan bawa pulang. alangkah senangnya anak anak di rumah saat melihat abinya membawakan LEGO yang mereka inginkan.
banyak lagi kejadian yang menambah keyakina kami akan rezeki Allah. mulai dari alat untuk membuat pisang molen, pencincang daging untuk buat bakso, dll yang kami dapatkan saat kami menginginkannya. Subhanalloh…..serasa dalam mimpi saja.
rezeki bukan slalu berbentuk uang. kadang Allah memberikannya lewat jalan yang berbeda. mungkin juga bentuknya uang atau kadang dalam bentuk barang yang kita inginkan dengan perantara orang lain. mungkin inilah salah satu hikmah silaturahim. dengan silaturahim kita telah memperbanyak jalan jalan rezeki Allah, kerena kita tidak tahu dari mana Allah memberikan rezekinya kepada kita. mari perbanyak silaturahim.
wassalam
Herianto
nb: LEGO adalah mainan bongkar pasang untuk anak yang terbuat dari plastik
[...] Jalan rezeki kita [...]
Assalamu Alaikum WR WB
Bismillahi Rohmani Rohim
Benar wahai saudaraku, nikmat apapun yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya adalah Rezeki, baik dalam bentuk materi, kesehatan dsb. Karena kita adalah manusia yang dhoif dan papa tentu sangat tergantung kepada sang pencipta. Jadi apabila kita dilapangkan oleh Allah SWT dalam hal rezeki sudah sepatutnya kita bersyukur, begitupun sebaliknya kita harus sabar menerima ketentuan Allah SWT. Bukan bermaksud menggurui, karena hamba-Nya ini masih miskin dalam ilmu serta masih sempit dalam berfikir. komentar ini hanyalah sebagai jalinan silahturahim yang mana info-2 yang saudaraku tulis akan menambah wawasan hamba Allah SWT yang sempit ini. Semoga kita semua diredhoi oleh Allah SWT serta diberikan tolong dan karunia-Nya agar kita tetap konsisten dengan ajaran Islam yang kaffah.
Terima Kasih, mohon ma’af atas kesalahan dan kepada Allah SWT saya mohon ampun.
Alhamdulillahi Robbil Alamin
Wassallamu Allaikum WR WB