Terinpirasi novel dan film laskar pelangi, saya jadi ingat kenangan kenangan masa SMA dulu, sekitar tahun 1995an. melalui blog ini saya ingin menulis kembali kisah yang insya Allah bisa kita ambil hikmanya bersama. bukan maksud kami untuk sombong atau apa karena kami yakin kiat semua mempunyai kenangan yang luar biasa. kami hanya ingin berbagi kisah kami kali aja ada yang bisa dipetik hikmahnya. bagi anda silahkan tulis kisah kisah anda. karena bisa jadi kisah anda sangat bermanfaat bagi orang lain. mari kita niatkan ini semua sebagai salah satu shodaqoh kita.
Saat itu saya masih kelas 1 SMA di tahun 1994. sekolah saya yang sangat jauh sekitar 24 kilometer membuat saya harus pagi pagi berangkat. biasanya sekitar pukul 06.00 pagi. ternyata bukan cuma saya yang harus menjalani rutinitas seperti itu. beberapa temen yang rumahnya jauh juga menjalaninya. tapi ada diantara mereka yang memilih kost di dekat SMA kami. SMA 1 Tegal itulah nama SMA kami.
karena mempunyai nasib yang sama kadang kita sering berkumpul. kami kadang berkumpul di depan perpustakaan sekedar untuk ngobrol. tak disangka ada seorang teman yang tinggal di salah satu ruangan yang biasa kami sebut mes. mungkin terlalu bagus kalo disebut mes. ini adalah sebuah ruangan yang mirip dengan gudang. tapi alhamdulillah kosong sehingga bisa dipake untuk istirahat. di situlah teman kami tinggal dengan kakak angkatan. karena dekat akhirnya saya sering menginap di mes itu.
akhirnya saya meminta izin jika suatu saat nanti, ketika kakak angkatan sudah lulus saya akan ikutan tinggal di situ. hanya satu pertimbangan yang saya ingat waktu itu….”gratis”. kenangan yang takan padam itu bermula ketika kami sudah mulai tinggal di mes itu. sekitar kelas 2 akhir.
alhamdulillah maasalah jarak ke sekolah sudah kami atasi. kami tinggal di salang satu ruangan yang merupakan bagian dari sekolah itu sendiri. kami tinggal di sebuah ruangan yang berisi 2 buah lemari, 1 tempat tidur, satu kompor, dan beberapa meja dan bangku sekolah yang sudah kami atur agar bisa dipakai belajar sekaligus tidur. 1 tempat tidur yang say sebut diatas jangan dibayangkan sebuah temat tidur yang bagus dan empuk. bagi kami, bisa berebahan sudah lebih dari cukup.
karena jumlahnya satu, maka yang tidur duluan bisa tidur di atas kasur tadi. kasur yang sudah tidak empuk dan agak kumal itu bagaikan hadiah bagi yang tidur duluan. bagi siapa saja yang tidur lambat maka siap siap tidur di atas bangku (meja waktu di sma) atau padung (tempat duduk yang terbuat dari kayu) yang sudah disusun. kadang kami tinggal berdua, bertiga, dan kadang berempat tergantung jumlah kami yang menginap di situ. kami juga kadang tidur di mushola sekalian belajar di sana.
itulah awal kisah kami: Herianto (penulis), Slamet Riyanto, Abu Maqon Syueb, Ubed (lupa nama lengkapnya). setelah lulus SMA kami lupa tuk berkomukasi karena disibukan dengan cita cita masing masing. Slamet riyanto ke Teknik Elektro UI, saya Ke Mesin UGM, Masqon ke Undip, sedangkan ubed yang sebenarnya bukan satu SMA kami tidak tahu lagi kabarnya. bagi sahabat yang saya sebut namanya diatas tolong kabari saya yah. juga bagi pembaca yang mengetahui keberadaan mereka tolong jangan lupa kasih tahu saya.
ini baru awal dari kisah kenangan kami. agar tidak bosen membacanya maka kami potong potong dalam beberapa bagian. insya Allah saya akan melanjutkan kenangan kami di waktu lain.
bagi pembaca yang berasal dari SMA 1 Tegal, atau dari Tegal, Brebes, Slawi dan sekitarnya semoga kisah ini bisa menjadi salah satu ajang silaturahim kami.
salam dari kami yang membawa kenangan dari kota Tegal
Wah, kukira kamu sudah melupakan diriku dan kenangan lama di antara. Ada persahabatan dan perselisihan juga ada tentunya. Dan walaupun sebentar sepertinya di kelas 3 IPA 1 kita pernah satu meja.
Akhirnya, tidak hanya jarak. Nasib pun ternyata memisahkan kita. Kamu sudah sukses mencapai puncak, aku masih menjadi bukan siapa-siapa….